Aku menatap langit. Sekilas semburat kemerahan bercampur hitam menutupi kerlip bintang yang tadi riang-riang. Mendung kian menebal, barisan kendaraan di depanku yang berpacu dengan waktu hanya mampu bergerak perlahan mendekati lampu merah di persimpangan Tohpati. Perjalanan masih jauh, aku harus sampai di Ubud malam ini juga.
Kupacu sepeda motorku, meliuk-liuk diantara barisan mobil yang bergerak perlahan. Mendadak kaca helmku buram terkena percikan air, gerimis mulai turun. Sempurna, aku benci berhujan-hujan! Umpatku dalam hati.
Mataku yang kupaksa awas tiba-tiba menangkap sosok di kejauhan. Sosok itu berjalan lambat-lambat menuntun vespa yang sedikit miring ke kanan, menahan berat mesin. Aku telah menghapal sosoknya yang telah kurekam dalam otakku selama beberapa minggu terakhir. Itu memang dia. Lelaki itu.
Sabtu, 03 September 2011
Jumat, 02 September 2011
Konspirasi Gretta
Gretta menarik rolling door tokonya dengan lemas. Suara rolling door yang berdecit membuat otak Gretta sedikit gatal.
“Dasar pintu karatan, sebaiknya kuminta ayah untuk segera menggantimu!”, gerutunya.
“Hmm, sudahlah, toh hari ini sudah cukup memuaskan. Penjualanku melambung, pasti ayah senang mendengarnya”, ia menyemangati dirinya sendiri.
Beranjaklah ia meninggalkan toko itu. Sebuah swalayan yang cukup besar untuk ukuran sebuah desa kecil. Seluruh penduduk desa sering berbelanja di sana, suasana yang nyaman dan barangnya yang cukup lengkap untuk ukuran desa membuat orang betah menyambanginya. Toko itu adalah milik ayah Gretta, Haji Sulaiman.
Haji Sulaiman adalah pendatang di desa itu. Namun ia adalah pahlawan desa, meski baru sekitar sepuluh tahun hidup bersama penduduk asli. Kedatangannya membawa berkah, dengan tangan dingin dan kekayaannya, ia munculkan keindahan desa yang tersembunyi. Sebuah bukit dengan pemandangan indah dijadikannya tempat wisata. Ia membeli tanah dari penduduk dan mendirikan villa-villa untuk turis. Ia janjikan berikan para penduduk pekerjaan di kerajaan pariwisatanya. Hampir seluruh penduduk bekerja di sektor pariwisata. Bahkan petani juga menjadi semakin makmur, bule-bule itu suka main di sawah para petani, dan uang pun mengalir deras ke petani-petani itu, hanya dari kunjungan bule.
“Dasar pintu karatan, sebaiknya kuminta ayah untuk segera menggantimu!”, gerutunya.
“Hmm, sudahlah, toh hari ini sudah cukup memuaskan. Penjualanku melambung, pasti ayah senang mendengarnya”, ia menyemangati dirinya sendiri.
Beranjaklah ia meninggalkan toko itu. Sebuah swalayan yang cukup besar untuk ukuran sebuah desa kecil. Seluruh penduduk desa sering berbelanja di sana, suasana yang nyaman dan barangnya yang cukup lengkap untuk ukuran desa membuat orang betah menyambanginya. Toko itu adalah milik ayah Gretta, Haji Sulaiman.
Haji Sulaiman adalah pendatang di desa itu. Namun ia adalah pahlawan desa, meski baru sekitar sepuluh tahun hidup bersama penduduk asli. Kedatangannya membawa berkah, dengan tangan dingin dan kekayaannya, ia munculkan keindahan desa yang tersembunyi. Sebuah bukit dengan pemandangan indah dijadikannya tempat wisata. Ia membeli tanah dari penduduk dan mendirikan villa-villa untuk turis. Ia janjikan berikan para penduduk pekerjaan di kerajaan pariwisatanya. Hampir seluruh penduduk bekerja di sektor pariwisata. Bahkan petani juga menjadi semakin makmur, bule-bule itu suka main di sawah para petani, dan uang pun mengalir deras ke petani-petani itu, hanya dari kunjungan bule.
Diposting oleh
masrizky
Rabu, 19 Januari 2011
Rekruitmen Anggota FLP Badung (Bali) Angkatan ke-1
FLP (Forum Lingkar Pena) adalah sebuah organisasi pengaderan penulis yang berdiri pada 22 Februari 1997. Kelahiran FLP dibidani oleh beberapa aktivis dakwah muslimah yang memiliki keprihatinan terhadap rendahnya minat baca-tulis di kalangan generasi muda Indonesia. Di samping itu, mereka juga menyadari pentingnya dakwah bil qolam (berdakwah dengan pena) untuk menyebarkan nilai-nilai moral ke masyarakat tanpa kesan menggurui.
Diposting oleh
Mutiara dari Pulau Dewata
Kamis, 06 Januari 2011
TEKNIK MENULIS ARTIKEL
Oleh: O. Solihin
Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Itu sebabnya, jika Anda tertarik untuk terjun ke dunia kepenulisan, syarat utamanya adalah harus merajinkan dan membiasakan diri untuk membaca. Membaca apa saja yang bisa dibaca. Insya Allah, dengan banyak membaca akan sangat menumpuk ide yang bisa dijadikan sebagai bahan tulisan. Khusus dalam pembahasan ini (dan yang paling sering ditulis) adalah menulis artikel.
Artikel sendiri bisa berarti karya tulis seperti berita atau esai. Esai adalah karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Itu sebabnya, artikel di media massa itu bertaburan data-data teknis, tapi lebih ke arah pemaparan sepintas lalu dan itu murni pendapat pribadi penulisnya setelah membaca pendapat lain dari begitu banyak karya yang telah dibacanya. Nah, bagaimana memulainya? Ada beberapa tips sederhana yang bisa dicoba:
Memilih topik
Memilih topik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Hanya saja, bagi penulis pemula memilih topik sama beratnya dengan membuat judul atau isi tulisan. Padahal, tema atau topik yang bisa diangkat menjadi tulisan begitu banyak dan mudah kita dapatnya. Coba cari yang dekat dengan kita deh. Tanya teman kanan-kiri, nguping dari sana-sini. Atau bisa juga baca koran pagi ini, cari berita yang menarik. Setelah dapat, Anda bisa menulis ulang dengan sudut pandang Anda. Misalnya, judul berita yang Anda ambil adalah perilaku seks bebas remaja. Setelah baca berita itu, dari mulai fakta dan arahnya ke mana, Anda bisa bikin ulang dengan pengembangan yang Anda suka, dengan cara Anda sendiri. Anggap saja misalnya Anda sebagai wartawan yang menyelidiki kasus itu. Andi bisa ubah dengan versi baru tentang penyelidikan kasus seks bebas di kalangan remaja. Sebagai latihan aja kan? Mungkin kok. Coba deh!
Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih topik:
1) Cari yang sedang menjadi tren.
2) Atau bisa juga kita menciptakan tren.
3) Pilih yang dekat dengan kebanyakan sasaran pembaca kita.
4) Hindari topik yang tidak kita kuasai atau menimbulkan polemik yang tak perlu.
5) Biasakan berlatih mengikuti peristiwa yang berkembang untuk bahan tulisan.
Membuat kerangka tulisan
Ada baiknya memang membuat kerangka tulisan. Dalam bahasa kerennya, Anda perlu membuat outline. Alasannya, kerangka tulisan berguna untuk membatasi apa yang harus kita tulis. Ibarat Pak Tani yang akan menggarap sawah, ia harus menentukan batas garapannya. Supaya tak melebar kemana-mana, apalagi sampe ngambil jatah orang.
Dengan membuat kerangka tulisan, kita akan mudah untuk menentukan maksud dan arah tulisan. Bahkan kita juga bisa berhemat dengan kata-kata, termasuk pandai memilih kosa kata yang pas untuk alur tulisan kita. Beberapa panduan untuk membuat kerangka tulisan:
1) Paparkan fakta-fakta seputar tema yang akan kita bahas.
2) Lakukan penilaian atas fakta-fakta itu. Sudut pandang rasional dan syariat.
3) Kumpulkan bahan-bahan pendukung argumentasi kita.
4) Kesimpulan.
Menabung kosa kata
Untuk menjadi penulis, bolehlah kita mencoba untuk menabung kosa kata. Mengumpulkan setiap hari lima saja. Maka dalam sebulan kita punya tabungan kosa kata sekitar 150 buah. Banyak bukan? Kosa kata itu cukup untuk memoles tulisan yang kita buat. Sebab, menulis adalah keterampilan mengolah data-data dalam suatu rangkaian kata. Ibarat kita mau membangun rumah, batu-bata sudah siap, semen dan pasir udah banyak, batu untuk pondasi udah menumpuk. Begitupun dengan kayu, bambu, cat, keramik dan genteng, sampe yang pernik-pernik seperti paku dan instalasi listrik semua udah lengkap.
Perlu keahlian khusus tentunya untuk merangkai semua itu jadi sebuah rumah. Menata batu untuk pondasi, memasang batu-bata dan merekatkannya dengan campuran semen, kapur, dan pasir. Memasang kayu-kayu untuk jendela dan pintu. Tembok yang sudah jadi, perlu dilapisi dempul sebelum akhirnya dicat dengan warna kesukaan kita. Menyusun genteng untuk menutupi atap rumah kita. Sampe rumah itu jadi dan enak dipandang mata. Mengasyikan tentunya.
Buatlah judul yang menarik
Pembaca akan mudah tertarik untuk membaca sebuah tulisan, jika judulnya juga menarik. Anggap saja judul itu sebagai pancingan. Itu sebabnya, boleh dibilang membuat judul perlu ‘keterampilan’ khusus. Tapi jangan kaget dulu, kita bisa belajar untuk membuatnya. Hanya perlu waktu dan sedikit kerja keras dan kerja cerdas untuk terus berlatih. Yakin bisa deh.
Sebagai latihan awal, cobalah Anda sering membaca tulisan orang lain. Kalau Anda mau, coba baca majalah-majalah ibu kota yang oke mengolah kata dalam membuat judul (misalnya TEMPO, GATRA, GAMMA, dan KONTAN). Perhatikan judul-judul tulisannya. Makin banyak Anda membaca judul tulisan-tulisan tersebut, kian terasah imajinasi Anda untuk membuat judul yang menarik hasil kreasi Anda sendiri. Terus terang saya juga banyak menggali ide untuk membuat judul dari majalah-majalah tersebut (selain banyak juga dari buku-buku dan majalah lainnya).
Untuk jenis tulisan yang ngepop, buatlah judul yang pendek. Paling tidak dua sampai empat kata. Jangan sampe panjang seperti rangkaian kereta api (ini cocoknya untuk skripsi). Sebab, jika judul yang kita buat panjang--padahal tulisan ngepop--membuat orang tak tertarik untuk membacanya. Mungkin akan dilewati aja tulisan Anda tersebut. Padahal, boleh jadi isinya sangat menarik.
Judul yang menarik, tidak saja membuat orang penasaran untuk membaca tulisan Anda, tapi juga menunjukkan kelihaian kamu dalam mengolah kata-kata.
Pastikan membuat subjudul
Subjudul amat menolong kita untuk menggolongkan dan membatasi pembahasan dalam sebuah tulisan jenis artikel dan berita. Pembaca pun dibuat mudah membaca alur tulisan yang kita rangkai. Sehingga mereka terus bertahan untuk mengikuti tulisan kita sampai habis. Mereka juga akan sangat terbantu memahami apa yang kita tulis. Itu sebabnya, sub-judul menjadi begitu penting dalam sebuah tulisan.
Subjudul dalam sebuah tulisan, juga berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dalam membaca. Kita juga jadi ada nafas baru untuk menyegarkan kembali tulisan yang akan kita buat. Jadi, berlatihlah untuk membagi alur dengan tanpa memenggal rangkaian dari inti tulisan kita. Itu sebabnya, membuat subjudul adalah solusi paling jitu untuk membagi alur.
Lead menggoda
Lead, alias teras berita adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang kita buat. Jika lead-nya kurang menarik, pembaca akan mengucapkan “wassalam” saja. Mereka merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Jadi, perlu mendapat perhatian juga supaya tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya. Boleh dibilang selain judul, lead adalah jajanan yang ‘wajib’ memikat hati pembaca. Itu sebabnya, lead menjadi begitu penting, meski tidak pokok tentunya.
Nah, sekarang, cobalah berlatih menulis artikel ini. Oke?[]
Diposting oleh
Mutiara dari Pulau Dewata
Minggu, 12 Desember 2010
8 Alasan Menulis
Jika ada yang bertanya, buku apakah yang paling menginspirasi tentang dunia kepenulisan? Maka, jawaban saya adalah buku berjudul “How to be a Smart Writer” karya Mbak Afifah Afra.
Dalam buku tersebut, penulis produktif ini menjabarkan beberapa alasan menulis. Jika semangat menulis tengah menurun, bacalah bagian ini, dan kita akan dapati diri kita merasa bersemangat kembali!
Apakah Anda seorang penulis yang tengah lelah menulis? Atau Anda sangat ingin jadi penulis, namun belum juga mewujudkan keinginan tersebut dengan 1001 alasan? Atau belum pernah terpikir sedikit pun di benak Anda untuk menjadi seorang penulis?
Dalam buku tersebut, penulis produktif ini menjabarkan beberapa alasan menulis. Jika semangat menulis tengah menurun, bacalah bagian ini, dan kita akan dapati diri kita merasa bersemangat kembali!
Apakah Anda seorang penulis yang tengah lelah menulis? Atau Anda sangat ingin jadi penulis, namun belum juga mewujudkan keinginan tersebut dengan 1001 alasan? Atau belum pernah terpikir sedikit pun di benak Anda untuk menjadi seorang penulis?
Diposting oleh
Mutiara dari Pulau Dewata
Senin, 06 Desember 2010
Pelatihan Menulis FLP Bali: Seribu Pena 2, The Spirit of Writing!
![]() |
| Wiwid, Kang Abik, Mbak Dee |
Diposting oleh
Mutiara dari Pulau Dewata
Minggu, 05 Desember 2010
Tips Menulis Artikel Bagus dan Bernyawa
Sumber: www.AnneAhira.com
Sebuah artikel harus punya dua elemen yang bisa membuat pembacanya tergerak, atau setidaknya sudi membacanya. Yaitu artikel tersebut haruslah bagus dan menarik. Bagus berarti artikel itu baik secara isi dan kualitas, menarik berarti artikel itu dikemas dengan judul, gaya bahasa, ataupun attention getter yang enak dibaca.
Tantangannya berat bukan? Artikel Anda tidak hanya harus bagus, tapi juga harus menarik. Kalau Anda menguasai kedua teknik ini, percayalah, artikel Anda akan mempunyai “nyawa” dan bisa berkomunikasi sendiri dengan orang-orang yang membacanya. Jadi, mari menengok tips menulis artikel agar terlihat bagus dan bernyawa.
Diposting oleh
Mutiara dari Pulau Dewata
Langganan:
Postingan (Atom)



